Hatiku telah sampai di pelabuhan...
Pelabuhan cintamu yang indah...
Aku tak tahu tentang arti Cinta...
Cinta yang sesungguhnya...
Tapi kau datang membawa Cinta itu...
Cinta yang kuimpikan...
Tak pernah terlukis dipikiranku...
Akan hadirnya sosokmu...
Aku bahagia bersamamu...
Namun aku galau untuk mengutarakannya...
Inilah yang dapat kulukiskan...
Lewat goresan tinta di kertas ini...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Agustus 2011
Kepergianmu . . .
Kepergianmu membuat luka yang mendalam
Kepergianmu ibarat pedang yang menusuk jantungku
Kehilangan akan sosok dirimu
Tak pernah tersirat dalam benakku
Tapi aku selalu ingat
Inilah takdir sang pencipta
Disetiap awal pasti ada akhir
Disetiap pertemuan selalu ada perpisahan
Entah kapan kita dapat bertemu kembali?
Masihkah kita mengingat memori masa lalu?
Apakah kenangan indah itu dapat terukir kembali?
Apakah semua harapanku berujung pada kebahagiaan?
Aku selalu berharap semua dapat terjadi lagi . . .
Entah kapan dan dimana?
Kepergianmu ibarat pedang yang menusuk jantungku
Kehilangan akan sosok dirimu
Tak pernah tersirat dalam benakku
Tapi aku selalu ingat
Inilah takdir sang pencipta
Disetiap awal pasti ada akhir
Disetiap pertemuan selalu ada perpisahan
Entah kapan kita dapat bertemu kembali?
Masihkah kita mengingat memori masa lalu?
Apakah kenangan indah itu dapat terukir kembali?
Apakah semua harapanku berujung pada kebahagiaan?
Aku selalu berharap semua dapat terjadi lagi . . .
Entah kapan dan dimana?
Perpisahan Yang Terjadi
Aku sadar akan pertemuan kita
Tak semanis yang kuimpikan
Namun ketika aku mulai mencintaimu
Ingin rasanya aku selalu disisimu
Masih adakah waktu untuk bersamamu?
Ketika perpisahan telah di depan mata
Tak satupun kenangan yang terukir
Hanya serpihan luka yang menghiasi hatiku
Kenapa sang waktu begitu kejam?
Apakah kita dapat bertemu kembali?
Apakah kau juga akan mencintaiku?
Mungkinkah harapanku menjadi akhir bahagia?
Tak semanis yang kuimpikan
Namun ketika aku mulai mencintaimu
Ingin rasanya aku selalu disisimu
Masih adakah waktu untuk bersamamu?
Ketika perpisahan telah di depan mata
Tak satupun kenangan yang terukir
Hanya serpihan luka yang menghiasi hatiku
Kenapa sang waktu begitu kejam?
Apakah kita dapat bertemu kembali?
Apakah kau juga akan mencintaiku?
Mungkinkah harapanku menjadi akhir bahagia?
Minggu, 24 Juli 2011
Ketika Cinta Tak Dapat Memiliki
Cintaku padamu...
Hanya dapat kusimpan di dalam hatiku
Aku tak ingin kau tahu yang sebenarnya
Walau kutahu bahwa itu menyakitkan
Hatiku telah terisi oleh dirimu
Namun kau tak juga menyadarinya
Seiring waktu yang berjalan
Hati ini semakin ingin memilikimu...
Aku tahu kau hanya menganggapku,
Tak lebih dari sekedar sahabat
Tetapi aku akan selalu bahagia
Jika berada di dekatmu...
Aku harap, aku dapat menyimpan semua kenangan,
Tentang hari-hari indah yang kulalui bersamamu,
Karena kutahu, Cinta tak harus memiliki. . .
Hanya dapat kusimpan di dalam hatiku
Aku tak ingin kau tahu yang sebenarnya
Walau kutahu bahwa itu menyakitkan
Hatiku telah terisi oleh dirimu
Namun kau tak juga menyadarinya
Seiring waktu yang berjalan
Hati ini semakin ingin memilikimu...
Aku tahu kau hanya menganggapku,
Tak lebih dari sekedar sahabat
Tetapi aku akan selalu bahagia
Jika berada di dekatmu...
Aku harap, aku dapat menyimpan semua kenangan,
Tentang hari-hari indah yang kulalui bersamamu,
Karena kutahu, Cinta tak harus memiliki. . .
Cinta Yang Tak Mampu Kuraih
Cintaku padamu
Cinta yang tak mampu kuraih
Cinta itu terlalu jauh
Aku tak sanggup meraihnya
Laksana langit dan bumi
Itulah cinta kita
Walaupun berjalan seiring
Tetap jauh untuk terjangkau
Saat aku ingin meraihmu
Awan-awan yang menghadang
Gelap, itulah yang terasa
Hingga tak mampu kugapai
Kapan aku dapat meraih cinta itu?
Apakah harus mencari cinta yang lain?
Saat aku telah tersungkur di hadapanmu
Cinta datanglah kehidupku...
Cinta yang tak mampu kuraih
Cinta itu terlalu jauh
Aku tak sanggup meraihnya
Laksana langit dan bumi
Itulah cinta kita
Walaupun berjalan seiring
Tetap jauh untuk terjangkau
Saat aku ingin meraihmu
Awan-awan yang menghadang
Gelap, itulah yang terasa
Hingga tak mampu kugapai
Kapan aku dapat meraih cinta itu?
Apakah harus mencari cinta yang lain?
Saat aku telah tersungkur di hadapanmu
Cinta datanglah kehidupku...
Ibuku
"Terima kasih Ibuku"
Hanya itu kata yang dapat terucap
Aku tak mampu membalas jasamu
Hanya dapat berbuat baik padamu
Walaupun kuberikan seluruh hidupku
Tetap tak mampu membalas jasamu
Betapa ikhlas dan mulia hatimu
Engkau memberikanku kehidupan
Hanya karenamu
Aku bisa menapak di bumi ini
Hanya karenamu
Aku bisa merasakan hidup
Maaf atas segala khilafku
Menggoreskan luka di hatimu
Harapku kebahagiaan abadi
Menanti di kehidupan selanjutnya
Hanya itu kata yang dapat terucap
Aku tak mampu membalas jasamu
Hanya dapat berbuat baik padamu
Walaupun kuberikan seluruh hidupku
Tetap tak mampu membalas jasamu
Betapa ikhlas dan mulia hatimu
Engkau memberikanku kehidupan
Hanya karenamu
Aku bisa menapak di bumi ini
Hanya karenamu
Aku bisa merasakan hidup
Maaf atas segala khilafku
Menggoreskan luka di hatimu
Harapku kebahagiaan abadi
Menanti di kehidupan selanjutnya
Senin, 15 November 2010
Kepergian Ayahku
Ayah...
Engkau mentari di siang hariku
Ayah...
Engkau rembulan di malam gelapku
Engkau bagaikan cahaya dalam hidupku
Yang memberikanku kekuatan untuk hidup
Tapi, sekarang hanyalah mayat yang terbujur kaku di hadapanku
Aku tak kuasa menahan air mata ini
Namun, aku tak bisa mengubah takdir ini,
Aku hanya berdoa, agar engkau di terima disisi-Nya..
Engkau mentari di siang hariku
Ayah...
Engkau rembulan di malam gelapku
Engkau bagaikan cahaya dalam hidupku
Yang memberikanku kekuatan untuk hidup
Tapi, sekarang hanyalah mayat yang terbujur kaku di hadapanku
Aku tak kuasa menahan air mata ini
Namun, aku tak bisa mengubah takdir ini,
Aku hanya berdoa, agar engkau di terima disisi-Nya..
Langganan:
Postingan (Atom)